Home / Mozaik / Seberapapun Uang yang Digunakan untuk NU, Tidak Membuat Kami Miskin

Seberapapun Uang yang Digunakan untuk NU, Tidak Membuat Kami Miskin

Waktu wafat, ayah menjadi ketua tanfidziyah PCNU Nganjuk.

Menjelang wafat, di mobil yang menghantarnya ke RS, dengan nafas berat, beliau berpesan pada kerabatnya (Yang kebetulan sekarang jadi mertua saya hehe), “Ji (Haji), di saku kananku, itu uang NU, tolong disampaikan ke kantor, ya. Dan di saku kiri, itu uang pribadi, terserah untuk apa,” lalu ayah diam, hingga naza’ dan hanya berucap Laa Ilaha Illallah Muhammadur-Rasulullah di RS Kertosono.

Kata Ibu, “Ayahmu itu punya kotak khusus yang isinya uang NU. Aku tidak berani menyentuh. Pernah akan pinjam saja sudah dimarahi. ‘Kalau butuh uang. Pakai uangku saja. Jangan uang organisasi!’ kata ayahmu,”

Kemaren, waktu makan pagi seperti biasanya, tiba-tiba Ibu juga menceritakan kenangan ayah di NU:

“Ayahmu itu. Kalau menggelar acara NU, pasti keluar uang. He he. Tidak pernah mencari untung apalagi pakai uang NU. Tapi, hidup itu berkah. Ateges, seberapa banyakpun uang yang digunakan untuk NU, tidak membuat kami miskin. Mbantu NU iku berkah. Khidmah NU iku berkah.”

Dengan mata berkaca-kaca, berulang-ulang Ibu mengatakan berkah. Mungkin teringat perjuangannya bersama kekasih yang telah meninggalkannya 22 tahun lalu.

Penulis: Robert Azmi, tinggal di Nganjuk.

Facebook Comments

About @beritasantri

Check Also

Kelaparan, Tiga Kakak Beradik Ini Hampir Tiap Hari Makan Sabun Bekas

Aksi memakan sabun memang bukan pertama kali terjadi di Indonesia. Namun, jika beberapa orang yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *