Unik! Pasar Bisu, Jual Beli Tanpa Bicara Sedikitpun, Tawar Menawar Pakai Cara Ini

Sumatera Barat memiliki salah satu pasar yang aneh dan unik. Pasar apakah itu?

Tak lain dan tak bukan adalah Pasar Bisu. Mengapa disebut pasar bisu?

Karena di pasar tersebut dilarang untuk berbicara disetiap transaksinya.

Pasar bisu Terletak di Desa Cubadak, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, pasar ini memiliki tradisi yang luar biasa unik.

Pasar ini hanya buka hari Selasa. Hewan ternak yang dijual di sini adalah sapi, kerbau, kambing, dan domba.

Penjual dan pembeli yang ada di pasar bisu bertransaksi tanpa mengeluarkan sepatah katapun. Kok bisa?

Itulah yang membuat pasar bisu terlihat luar biasa unik dan berbeda, sebab transaksi di pasar bisu hanya memakai isyarat tangan yang ditutup oleh sarung, handuk, baju, ataupun topi tanpa mengeluarkan suara.

Hanya anggukan atau gelengan yang terlihat.

Untuk yang pertama kali berkunjung ke pasar bisu mungkin akan mengira jika mereka tuli atau bisu beneran.

Namun realitanya orang-orang ini bisa berbicara layaknya orang normal.

Hanya saja, sistem membeli ini sudah dilakukan sejak zaman dahulu kala, saat nenek moyang mereka bahkan belum mengenal telepon genggam.

Tradisi ini dinamakan Marosok atau atau dalam bahasa Indonesia diartikan dengan meraba, yaitu jual beli ternak tanpa bersuara.

Banyak wisatawan yang datang untuk melihat keunikan pasar tersebut dari dekat.

Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, pembeli dan penjual di sini akan berjabat tangan dalam waktu yang lama.

Saat itulah, mereka sedang bernegosiasi masalah harga. Jari mereka bermain, bergoyang ke kiri dan kanan. Setiap jari juga melambangkan nilai uang, mulai dari puluhan, ratusan, hingga jutaan rupiah.

Jual beli pakai isyarat ini juga bertujuan agar harga ternak yang dibeli tak diketahui penjual dan pembeli lainnya.

Adapun caranya adalah penjual dan pembeli berjabat tangan. Nah, si penjual menyampaikan harga yang dilambangkan dengan ruas-ruas jari dan selanjutnya si pembeli menawar dengan memilih jari-jari yang melambangkan jutaan, ratusan ribu dan puluhan ribu.

Jika penjual dan pembeli sudah melepaskan genggaman tangan berarti menandakan sudah ditemukan kesepakatan harga dan si pembeli menyerahkan sejumlah uang sesuai dengan kesepakatan tadi.

Jual beli model ini sudah berlangsung sejak lama sekali, tujuannya tak lain untuk merahasiakan harga ternak yang dibeli agar tidak diketahui oleh orang lain.

Persoalan harga di pasar ini hanya boleh diketahui oleh penjual dan pembelinya saja. Setidaknya cara ini dipakai untuk menghargai penjual lain –bila mungkin punya harga yang lebih tinggi.

Selain membeli ternak, cara membeli daging di sini juga unik. Mereka tidak memakai timbangan seperti orang kebanyakan. Harga daging sapi didapat berdasarkan pengamatan, jika cocok maka transaksi jual beli dilakukan.

Facebook Comments

About @beritasantri

Check Also

Kelaparan, Tiga Kakak Beradik Ini Hampir Tiap Hari Makan Sabun Bekas

Aksi memakan sabun memang bukan pertama kali terjadi di Indonesia. Namun, jika beberapa orang yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *