NU Kalah di Pilkada DKI? Tidak!! NU Menang di Pilkada Manapun

 

Sebenarnya saya tidak ingin mengupload video ini, biar warga DKI cepat dingin, tapi melihat banyak status di medsos pasca pilkada DKI kok banyak yang menyudutkan NU sebagai pengusung Ahok, banyak saudara Nahdliyin yang tidak mampu menjawab cibiran dan berita hoax yang ada, banyak sodara NU yang malu, yang termakan hoax, dll, jadi saya tergerak untuk share video yang ini.
Saudaraku, NU punya peraturan tegas, punya UUD pribadi, apa isinya? “NU tidak akan secara resmi terlibat politik praktis”. Jadi jangan harap NU mewajibkan anggotanya mencoblos Si A atau Si B, semua anggota NU diberi kebebasan menyalurkan aspirasi politiknya, dimanapun pilkadanya. Sebagai penganut paham ‘non blok’ di pilkada NU tidak akan kalah, malah selalu jadi pemenang, menang sebagai penjaga keharmonisan negeri.

Dengan sikap resmi organisasi yang netral politik Insya Allah tidak terombang ambing oleh pihak-pihak yang bertarung dan tidak pula tersandera kepentingan. Nah, kalau pilihan pribadi lain lagi (hak yang bukan atas nama organisasi) semua warga Nahdliyin bebas menyalurkan suaranya ke siapapun.
Kira-kira, para pentolan NU yang duduk di PBNU (dan ber KTP DKI) memilih siapa ya? Mari simak baik-baik foto & video berikut ini. Kenapa video ini baru saya upload pasca pemilihan juga demi netralitas NU, biar tidak menjadi video kampanye.
Monggo, tetap bangga bahkan harusnya semakin bangga dengan NU, karena NU terlahir untuk menjadi Islam adem yang bisa menjadi perekat kemajemukan NKRI.

Politik NU

NU KALAH DI PILKADA DKI? TIDAK!NU MENANG DI PILKADA MANAPUNSebenarnya saya tidak ingin mengupload video ini, biar warga DKI cepat dingin, tapi melihat banyak status di medsos pasca pilkada DKI kok banyak yang menyudutkan NU sebagai pengusung Ahok, banyak saudara Nahdliyin yang tidak mampu menjawab cibiran dan berita hoax yang ada, banyak sodara NU yang malu, yang termakan hoax, dll, jadi saya tergerak untuk share video yang ini.Saudaraku, NU punya peraturan tegas, punya UUD pribadi, apa isinya? "NU tidak akan secara resmi terlibat politik praktis". Jadi jangan harap NU mewajibkan anggotanya mencoblos Si A atau Si B, semua anggota NU diberi kebebasan menyalurkan aspirasi politiknya, dimanapun pilkadanya. Sebagai penganut paham 'non blok' di pilkada NU tidak akan kalah, malah selalu jadi pemenang, menang sebagai penjaga keharmonisan negeri.Dengan sikap resmi organisasi yang netral politik Insya Allah tidak terombang ambing oleh pihak-pihak yang bertarung dan tidak pula tersandera kepentingan. Nah, kalau pilihan pribadi lain lagi (hak yang bukan atas nama organisasi) semua warga Nahdliyin bebas menyalurkan suaranya ke siapapun. Kira-kira, para pentolan NU yang duduk di PBNU (dan ber KTP DKI) memilih siapa ya? Mari simak baik-baik foto & video berikut ini. Kenapa video ini baru saya upload pasca pemilihan juga demi netralitas NU, biar tidak menjadi video kampanye.Monggo, tetap bangga bahkan harusnya semakin bangga dengan NU, karena NU terlahir untuk menjadi Islam adem yang bisa menjadi perekat kemajemukan NKRI.Wallahu a'lam bissawabWassalamualaikum Wr Wb Pecinta NU asal Jombang [Dimas Cokro Pamungkas]

Posted by Dimas Cokro Pamungkas on Saturday, April 22, 2017

 
Wallahu a’lam bissawab
Wassalamualaikum Wr Wb
Pecinta NU asal Jombang

 

Facebook Comments

About @beritasantri

Check Also

Akrabnya Gus Dur dengan Sopir Legendaris Kiai Wahab

Mbah Jum ikhlas Kang Padi menjadi sopir Kiai Wahab.Masalah nafkah Mbah Jum kerja jualan bensin. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *