Sebut Musyrik, MTA Justru Kumpulkan Keris dan Barang Antik Untuk Biaya Propaganda Media

Banyak orang bertanya mengapa Majelis Tafsir Al-Qur’an (MTA) yang berpusat di Solo sangat berani unjuk gigi walau jemaatnya tidak ada 5 persen dari seluruh penduduk muslim di Indonesia.

Bahkan, MTA terbukti mampu mengembangkan sayap propagandanya via jaringan radio dan televisi. Disebut propganda karena selama ini yang diutarakan oleh pimpinannya bernama Ahmad Sukino (A Sukino), lebih banyak menimbulkan konflik atas nama sunnah daripada persatuan atas nama sunnah pula.

Ia sering menyebut muslim lainnya musyrik karena tahlilan, manaqiban, maulidan dan lainnya. Bahkan Ustadz A Sukino sangat anti kepada keris dan barang antik yang disebutnya jadi sumber kemusyrikan dan bid’ah.

Ternyata, dana yang digunakan untuk propaganda jaringan media dan gerakan A Sukino itu justru disinyalir berasal dari barang antik dan keris serta gaman-gaman yang disebutnya musyrik itu.

“Barang-barang milik para jamaah Sukino semacam keris, besi kuning dikumpukan ke MTA Solo dengan alasan bahwa hal itu adalah sumber kemusyrikan,” demikian kata elHaq, sumber Beritasantri.net di Yogyakarta, Rabu (23/08/2017).

Kata sumber tersebut, setelah barang-barang antik dikumpulkan, bukannya dimusnahkan tapi dijual ke kolektor luar negeri untuk kemudian hasilnya digunakan sebagai dana operasi dakwah yang aduhai banyaknya. “Biasanya, barang dikumpukan bareng acara pengajian Ahad pagi,” lanjut elHaq.

“Mereka mau mengumpulkan sukarela karena takut dianggap musyrik dan bid’ah, padahal dijual lagi,” tandasnya ironis. Masih percaya mereka memperjuangkan tauhid murni?

Facebook Comments

About @beritasantri

Check Also

Agung Hercules Meninggal Dunia di Usia 51 Tahun

Kabar duka kembali datang dari industri hiburan Tanah Air.Agung Hercules dikabarkan meninggal dunia pada Kamis (1/8/2019) …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *