
Untuk kaum muslim baju yaitu satu diantara identitas diri. Ada aurat yang perlu ditutupi sebagai jalan membuat perlindungan kehormatan. Untuk wanita, pakaian yang digunakan harus menutupi semuanya badan kecuali muka dan telapak tangan.
Tidak sama dengan wanita, pria juga memiliki ketentuan kenakan pakaian sendiri. Salah satunya tidak dapat kenakan pakaian melebihi dari mata kaki atau disebut dengan isbal. Jenis berpakaian seperti ini kerapkali bikin pria muslim terlihat aneh.
Sebagian mengemukakan bila hal semacam ini tidak mengikuti perubahan fashion, sangat kuno, dan tampak asing. Tetapi perlu di ketahui, apabila tak mematuhi ketetapan ini akan peroleh sanksi dari Allah SWT yang demikian pedih. Seperti apa sanksi pria yang kenakan pakaian melebihi mata kaki? Berikut penuturannya.
Kenakan pakaian Isbal atau menjulurkan kain di bawah mata kaki terlarang dalam Islam. Bahkan juga Nabi Muhammad SAW melarang keras umatnya lakukan hal semacam itu. Hukuman yang dijanjikan Allah SWT pada golongan ini yakni neraka. Nabi SAW menerangkan dalam hadistnya yang bermakna :
“Kain yang panjangnya di bawah mata kaki tempatnya yakni neraka” (HR. Bukhari 5787)
Kelak orang yang lakukan Isbal pada hari kiamat akan tak diajak bicara oleh Allah, akan tidak meskipun dilihat dan tidak akan disucikan. Siksaan pedih juga menunggu mereka yang menjulurkan bajunya. Dalam hadist cerita Muslim Rasulullah SAW bersabda yang berarti :
“Ada tiga jenis manusia yang tidak akan diajak biacar oleh Allah pada hari Kiamat, tidak diliat, dan tidak akan disucikan oleh
Allah. Untuk mereka bertiga siksaan yang pedih. Itulah lelaki yang isbal, orang yang mengungkit-ungkit sedekah dan orang yang melariskan barang dagangannya
dengan sumpah palsu”. (HR. Muslim, 106)
Berdasar pada dalil di atas beberapa ulama setuju bila hukum isbal atau memanjangkan pakaian melebihi mata kaki
yakni haram. Namun ada pendapat ulama lain yang menyebutkan makruh, apabila mengerjakannya dengan tidak ada unsur sombong.
“Ada seseorang lelaki yang kainnya terseret di tanah lantaran sombong. Allah menenggelamkannya dalam bumi. Dia meronta-ronta lantaran tersiksa di dalam bumi sampai hari Kiamat terjadi”. (HR. Bukhari, 3485)
“Pada hari Kiamat nantinya Allah tidak akan melihat orang yang menyeret kainnya lantaran sombong” (HR. Bukhari 5788)
Terkait perihal dengan pakaian yang dibawah mata kaki, jadi perbuatan itu tak mematuhi perintah Allah dan Rasul-Nya. Waktu di katakan dalam hadist, Ada lima hadist berkaitan yang dijelaskan dalam hadist Bukhari. Dijelaskan dalam shahih Bukhori
Ketika itu pakaian di bawah mata kaki yakni lambang kebanggaan. Beberapa ulama menyampaikan bila bisa baju di bawah mata kaki seandainya tidak sombong.
Namun Dr Zakir Naik mengemukakan, yang perlu diperhatikan pada sabda Nabi Muhammad SAW Bila Allah tidak akan melihatmu pada hari kiamat apabila karena sombong. Namun Allah tetaplah menghukummu apabila kainnya dibawah mata kaki, baik karena sombong maupun tidak.
Harus diakui bila isbal yakni kesombongan bahkan juga sampai hari ini. Apabila hal semacam itu yaitu perintah Allah dan RasulNya jadi tidak ada alasan untuk Muslim untuk membantahnya.
“Beralasan hingga engkau meninggalkan perintah Rasulullah itu juga bentuk kesombongan.
Anda memanglah akan terlihat seperti pelawak, Namun apabila Allah SWT dan Rasulnya ridho jadi hal semacam itu tidaklah masalah. Malah waktu anda tetaplah melakukannya jadi itulah kesombongan Ungkap Zakir Naik.
Beritasantri.net Berita paling update seputar santri | islam | pesantren 